Dari Abu Ruqayyah, Tamim bin Aus Ad-Daari ?Radhiallahu ?Anhu, bahwasanya Rasulullah ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam bersabda: ? Agama adalah nasehat?. Kami Bertanya: ?Untuk siapa?? Beliau menjawab: ?Untuk Allah, kitabNya, RasulNya, para pemimpin kaum muslimin dan kaum muslimin seluruhnya.? (HR. Muslim)
Rabu, 07 September 2011
♥●♥_◕_♥●♥ AKU KAU DAN DIA ♥●♥_◕_♥●♥
Awalnya kupikir ini tentang memilih. Karena mereka, insya Allah, adalah ikhwan-ikhwan yang shalih. Aku mengamati perubahan mereka dan, subhanallah, mereka telah menjadi muslim yang lebih baik dari sebelumnya. Dan aku mencintai mereka karena Allah.
Seorang dari mereka menaruh harapannya padaku. Ia ingin aku menjadi calon penghuni surga bersamanya menjadi istrinya. Hhh, akhirnya kata-kata indah yang selalu kutunggu itu terdengar juga... dari sahabatku. Sahabat terbaikku, yang sangat mengerti diriku dan akupun memahami dirinya. Dia seorang ikhwan yang baik, yang membuatku sempat berfikir bila suatu hari dia melamarku maka aku tak akan punya alasan apapun untuk menolaknya. Karena begitu baiknya dia.
Namun pemikiran itu berubah saat seorang ikhwan yang lain datang ke dalam kehidupanku. Dialah yang mengirimkan pesan-pesan singkat dan panggilan-panggilan tak terjawab. Seseorang yang tak pernah terlintas di benakku sedikitpun, namun akhirnya mengisi ruang khusus di hatiku. Ia tak pernah memberi keputusan ataupun sebuah janji. Namun setiap kata darinya menyiratkan bahwa ia cenderung padaku. Wallahu'alam.
Dia seorang yang sopan, yang sangat menghormatiku. Kebaikan akhlak serta keelokan parasnya membuatku berfikir bukanlah wanita seperti aku yang pantas baginya. Dia bagaikan seorang pangeran. Sikapnya yang sulit kutebak sungguh membuatku merasa bahwa aku hanyalah teman biasa baginya.
♥●♥_◕_♥●♥
Aku menjalin persahabatan dengan keduanya, tanpa sepengetahuan masing-masing dari mereka. Karena mereka pun bersahabat dekat. Banyak ilmu yang kudapat dari mereka. Merekalah tempat aku bertanya dan meminta nasehat, begitu pula aku bagi mereka. Menurutku persahabatan ini biasa saja, tidak melewati batas norma. Semuanya tentang dakwah. Namun aku merasa hubungan ini tidak bersih. Karena tidak ada persahabatan yang tidak melibatkan hati. Dan aku telah menzhalimi diriku sendiri.
Aku ingin melepaskan diri dari mereka agar aku bisa berpikir jernih dan hatiku menjadi bersih. Aku memang ingin menikah. Tapi tidak dalam situasi seperti ini. Aku berpikir bahwa aku harus memilih salah satu dari mereka. Namun aku hanya menipu diriku sendiri.
Setelah shalat istikharah kudirikan dengan doa agar Allah memberiku jalan yang terbaik, kupikir aku telah mendapatkan jawabannya. Karena setiap hal yang aku lakukan selalu tertuju padanya, sang pangeran. Sungguh aku telah memperdaya akalku dan hatiku telah lalai menempatkanNya.
Pinangan sahabatku tidak kuterima. Walaupun bisa kubayangkan masa depanku akan cerah bersamanya. Ia menerima keputusanku dan tersadar bahwa ia telah menyia-nyiakan waktunya memikirkan aku. Dan pada saat yang sama, sang pangeran pun mengetahui perhatianku menyatakan keinginannya untuk melepaskan diri dariku. apa aku dapt menerimanyaa 'emm tentu....(...) "Ia pun tersadar telah menyia-nyiakan waktunya untukku". Yah, jalan itu masih panjang... dan mereka pun memilih mencintai Sang Kekasih Sejati dari pada diriku.
Subhanallah, bagaimana aku tidak semakin mencintai mereka. Dan jelaslah, bahwa mereka berhak mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dariku. Berat bagiku menghadapi kenyataan bahwa aku telah kehilangan sahabat-sahabat terbaikku. Namun aku bersyukur mereka meninggalkan aku demi Surga yang siap menerima orang-orang yang kembali ke jalanNya. Dan ke sanalah pula aku akan menuju. Inilah jawaban istikharahku.
♥●♥_◕_♥●♥
Kembali pada Allah, yang akan selalu ada untukku. Yang tak akan pernah meninggalkanku. Yang selalu mengetahui kebutuhanku dan menyediakannya. Yang selalu mendengar keinginanku dan mengabulkannya. Yang selalu mendengar keluh kesahku dan membantuku mengatasinya. Yang selalu cemburu bila aku melupakannya walau sekejap mata. Yah, Dialah Sang Kekasih Sejati yang kusadari cintaNya meliputi seluruh alam untukku.
Tentang jodoh. aku tak akan memusingkannya lagi. Seperti halnya takdir lahir dan takdir mati. Tak akan mundur atau maju sedetikpun. Aku yakin seseorang di luar sana telah diciptakan Allah khusus untukku. Bukankah manusia diciptakan berpasang-pasangan.
Mungkin dia adalah salah satu dari mereka, mungkin juga bukan. Bila mereka bagiku adalah ikhwan yang baik namun tak satupun dari mereka Allah izinkan untuk menikahiku, maka aku yakin Allah telah menyiapkan ikhwan yang jauh lebih baik dari mereka untukku. Karena aku tahu Allah tak akan pernah mengecewakanku. Dan kudoakan semoga mereka dikaruniai istri yang shalihah yang jauh lebih baik dari yang pernah mereka bayangkan sebelumnya. Karena Allah tak akan pernah mengecewakan hamba-hambaNya.
ini ceritaku apa ceritamu...!1
Sabtu, 03 September 2011
TERIMAKASIH SUAMIKU.
Jazakallahu khayr ya zawjiy?
Rumah kontrakan ini walau tidak besar tapi juga tidak kecil. Tidak lebih baik dari rumah di sekitarnya tapi juga tidak buruk sama sekali. Aku dan suamiku datang ke kota ini tidaklah dengan membawa harta yang berlebih sedikit pun, namun demikian hidup kami tidaklah berkekurangan. Alhamdulillah `ala kulli hal? segala puji bagi Allah atas setiap keadaan.
Suamiku setiap hari berangkat menuntut ilmu di sebuah ma`had (lembaga) yang cukup dikenal di kota ini untuk belajar Bahasa Arab. Jaraknya tidak dekat tapi juga tidak terlalu jauh, sekitar setengah jam kalau naik sepeda. ?Yah, hitung-hitung olahraga??, kata suamiku ketika akhirnya memilih rumah ini untuk kami sewa daripada sepetak kamar kos yang lebih kecil walaupun lebih dekat dari ma`had tersebut. Bagi suamiku, yang penting rumah itu nyaman untukku karena akulah yang akan selalu berada di sana. Kata suamiku, sebaik-baik tempat wanita adalah di rumahnya [1], maka yang paling baik adalah menempatkannya di tempat yang baik pula baginya. Jadi? di sinilah aku ditempatkan suamiku, di sebaik-baik tempat yang baik bagiku, insya Allah. Alhamdulillah, suamiku tidaklah menyia-nyiakanku, insya Allah.
Sebenarnya aku tidak menuntut apa-apa dari suamiku. Aku hanya ingin berada di dekatnya karena sebelumnya kami tinggal di kota yang berbeda. Aku hanya ingin memainkan peranku sebagai seorang istri. Aku hanya ingin punya alasan untuk bangun lebih cepat dan membuatkannya sarapan pagi, bikin teh atau kopi, menyiapkan pakaiannya sebelum ia berangkat kuliah ataupun segala keperluannya yang lain setiap hari. Karena Rasulullah ?shallallahu `alayhi wa sallam? bersabda bahw siapapun wanita yang meninggal dunia sedang suaminya meridhainya maka dia akan masuk surga [2].
Subhanallah, tidaklah aku ingin punya suami dan melakukan apa pun yang seorang istri harus lakukan untuk mendapatkan ridha suaminya melainkan karena mengharapkan imbalan seperti yang disebutkan hadits tersebut, insya Allah. Menikah itu kan bukan hanya tentang berbakti kepada Allah -hanya karena bila kita menikah maka kita telah menyempuranakan setengah agama [3]- tetapi menikah itu juga tentang berbakti kepada suami karena ketika Allah memberikan syarat bagi wanita mana saja yang taat kepadaNya DAN taat pula kepada suaminya, maka Allah mengizinkannya memasuki surga dari pintu manapun yang ia suka [4]. Subhanallah!
Dan sampai saat ini, ayat-ayat Al Quran dan hadits-hadits Nabi -shalallahu 'alayhi wasallam- yang pernah kubaca selalu mendefinisikan ?wanita sholihah? itu sebagai wanita yang taat kepada suami, yang selalu menyenangkan suami, dan segala hal yang berhubungan suami. Yang berarti wanita sholihah itu adalah wanita yang sudah menikah alias seorang isteri! Merekalah yang kemudian dijanjikan surga oleh Allah. Wallahua?lam.
Jadi bagaimana mungkin aku tidak ingin selalu bersama suamiku?! Sementara ia adalah yang dapat membuatku menjadi salah seorang di antara para wanita sholihah itu. Suamikulah kunciku menuju surga, insya Allah. Maka di sisinyalah aku ingin berada. Insya Allah, aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.
Jazakallahu khayr ya zawjiy [5].
Aku tahu? butuh kesiapan mental, spiritual dan juga finansial bagimu untuk bisa mengajakku hidup mandiri di sini. Tapi kalau dinda sih? ehm, asalkan ada Abang?
***
Mutiara, Zawjah Alfi Khair
Surabaya, Indonesia
link: http://www.kajianislam.net/2007/07/terima-kasih-suamiku/
Rumah kontrakan ini walau tidak besar tapi juga tidak kecil. Tidak lebih baik dari rumah di sekitarnya tapi juga tidak buruk sama sekali. Aku dan suamiku datang ke kota ini tidaklah dengan membawa harta yang berlebih sedikit pun, namun demikian hidup kami tidaklah berkekurangan. Alhamdulillah `ala kulli hal? segala puji bagi Allah atas setiap keadaan.
Suamiku setiap hari berangkat menuntut ilmu di sebuah ma`had (lembaga) yang cukup dikenal di kota ini untuk belajar Bahasa Arab. Jaraknya tidak dekat tapi juga tidak terlalu jauh, sekitar setengah jam kalau naik sepeda. ?Yah, hitung-hitung olahraga??, kata suamiku ketika akhirnya memilih rumah ini untuk kami sewa daripada sepetak kamar kos yang lebih kecil walaupun lebih dekat dari ma`had tersebut. Bagi suamiku, yang penting rumah itu nyaman untukku karena akulah yang akan selalu berada di sana. Kata suamiku, sebaik-baik tempat wanita adalah di rumahnya [1], maka yang paling baik adalah menempatkannya di tempat yang baik pula baginya. Jadi? di sinilah aku ditempatkan suamiku, di sebaik-baik tempat yang baik bagiku, insya Allah. Alhamdulillah, suamiku tidaklah menyia-nyiakanku, insya Allah.
Sebenarnya aku tidak menuntut apa-apa dari suamiku. Aku hanya ingin berada di dekatnya karena sebelumnya kami tinggal di kota yang berbeda. Aku hanya ingin memainkan peranku sebagai seorang istri. Aku hanya ingin punya alasan untuk bangun lebih cepat dan membuatkannya sarapan pagi, bikin teh atau kopi, menyiapkan pakaiannya sebelum ia berangkat kuliah ataupun segala keperluannya yang lain setiap hari. Karena Rasulullah ?shallallahu `alayhi wa sallam? bersabda bahw siapapun wanita yang meninggal dunia sedang suaminya meridhainya maka dia akan masuk surga [2].
Subhanallah, tidaklah aku ingin punya suami dan melakukan apa pun yang seorang istri harus lakukan untuk mendapatkan ridha suaminya melainkan karena mengharapkan imbalan seperti yang disebutkan hadits tersebut, insya Allah. Menikah itu kan bukan hanya tentang berbakti kepada Allah -hanya karena bila kita menikah maka kita telah menyempuranakan setengah agama [3]- tetapi menikah itu juga tentang berbakti kepada suami karena ketika Allah memberikan syarat bagi wanita mana saja yang taat kepadaNya DAN taat pula kepada suaminya, maka Allah mengizinkannya memasuki surga dari pintu manapun yang ia suka [4]. Subhanallah!
Dan sampai saat ini, ayat-ayat Al Quran dan hadits-hadits Nabi -shalallahu 'alayhi wasallam- yang pernah kubaca selalu mendefinisikan ?wanita sholihah? itu sebagai wanita yang taat kepada suami, yang selalu menyenangkan suami, dan segala hal yang berhubungan suami. Yang berarti wanita sholihah itu adalah wanita yang sudah menikah alias seorang isteri! Merekalah yang kemudian dijanjikan surga oleh Allah. Wallahua?lam.
Jadi bagaimana mungkin aku tidak ingin selalu bersama suamiku?! Sementara ia adalah yang dapat membuatku menjadi salah seorang di antara para wanita sholihah itu. Suamikulah kunciku menuju surga, insya Allah. Maka di sisinyalah aku ingin berada. Insya Allah, aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.
Jazakallahu khayr ya zawjiy [5].
Aku tahu? butuh kesiapan mental, spiritual dan juga finansial bagimu untuk bisa mengajakku hidup mandiri di sini. Tapi kalau dinda sih? ehm, asalkan ada Abang?
***
Mutiara, Zawjah Alfi Khair
Surabaya, Indonesia
link: http://www.kajianislam.net/2007/07/terima-kasih-suamiku/
Sabtu, 27 Agustus 2011
keluarga ali keluarga peduli??
oleh Khalilah Ulfah Mariah 'Arief' pada 5 Maret 2011
ali berhasilmembagun keluarga yg baik.istri dn anak2nya adalah anggota keluarga yg shaleh dan shaleha.karena itu banyak sisi2 kehidupanya yg bisa diteladani,diantaranya adalh kedermawaan mereka..
suatu sore menjelang magrib di bulan ramadhan,Ali bersama angota kelurganya sedang siap2 berbuka puasa dgn air putih dan dan sepotong roti kering,kondisi keluarga ali memang sedang sulit, sehingga tak ada lg makanan yang bisa disantap untuk berbuka puasa.
tiba2terdegar suara orang memberi salam dan ketukan pintu setlah menjawab dan pintu dibuka,orang itu berkata,"wahai kecitaan Rosululloh SAW aku seorang miskin yang tak punya apa2 untuk berbuka tolonglah aku dan bagilah rezeki yang diberikan Allah SWT. semoga Allah memulyakan kalian dalam do'a.
mendengar keluhan itu ali diam sejenak.kemudian roti bagian nya diserahkan kepada orang miskin itu tiba-tiba istri dan anak melakukan hal yang sama maka hari itu mereka hanya berbuka air putih saja.
ternyata hari keduapun terjadi hal yang sama mendengar suara memberi salam dari rumah "aku tidak tahu lagi harus pergi kemana,aku adalah seorang muslim yang baru saja dibebaskan oleh orang kafir. aku ingin kebaikan kalian karna perut ku lapar dan tubuhku sangat lemah karena nya.
Ali mengambil sepotong roti yang diikuti oleh anaknya dan istri nya "Tidak usahlah makan saja bagian kalian kepada keluarganya tidak demi Allah merasa kenyang sementara aku tahu ada muslim yang kelaparan"jawab patimah"
hari ketiga tiba-tiba dikejutkan ketukan pintu.. ada apa nak tanya Ali ? Kata anak itu aku seorang anak yatim ayah ku lama meninggal dunia ibuku kerja sendirian perut ku kosong tak ada makanan memelas.
tanpa berpikir panjang roti yang menjadi bagiannya diberikan kepada anak itu namun,anggota keluarganya mengikuti apa yang dilakukan Ali.
sudahlah biar aku saja yang memberikan bagianku, kalian makanlah baian kalian pinta Ali
bagaimana aku merasa kenyang sementara aku tahu putraku mengigil karena lapar jawab patimah.
baiklah kalau begitu tapi enkau anakku makanlah bagian kalian biarlah ayah dan ibu mengurus anak ini pinta ali kepada Anak-anak nya.
tidak ayah bagaimana mungkin aku makan sementara aku tahu seorang anak yang lebih muda usia nya dari aqu harus berjuang menahan lapar jawab Husain. baiklah kalau begitu hasan dan zaenab makanlah bafian kalian pinta Ali.
tidak ayah bagaimana mungkin aku makan sementara aku tahu sahabatku menanggung lapar jawab Hasan? mengharukan baiklah kau masih sangat kecil zaenab makan lah bagian mu pinta ALi pada zaenab.
Zaenab menangis terinsak-isak memeluk ibunya dan berkata ?tidak ayah tidak mau makan sendiri sementara kakakku tidak makan berikan bagian ku kepada teman kakak ku..
jadilah, tiga hari berturut-turut di bulan Ramadan itu keluarga ali hanya berbuka dgn air putih yg tentu tidak mengenyagkan keadaan mereka kemudian diketahui oleh rosulloh SAW.sambil memeluk dan mencium cucu-cucunya Hasan,Husein dan Zainad.
Sosulloh mengemukakan Firman Allah SWT yang artinya, "Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu,ya ahlul bait (keluarga Rosul) dan memrsihkan kamu sebersih-bersihnya"(QS Alahzab).
begitulah Ali berhasil membentuk diri dan keluarganya menjedi pribadi yg shaleh
Pertanyaan...????
seberat apapun sesuatu yang qt alami dan orang lain melihatnya sebagai suatu ujian,qt harus mensyukuri. karenaapa un yang terjadi, pasti ada hikmanya,dan maksud Allah menjedikan itu..
hati-hati cari istri
Rasulullah SAW dalam sebuah hadist menegaskan bahwa “Jauhilah olehmu si cantik yang beracun lalu seorang sahabat bertanya, ”Wahai Rasulullah siapakah si cantik yang beracun itu?” Rasulullah SAW bersabda, “Perempuan yang cantik tetapi dalam lingkungan yang jahat.”Dalam
hadist lain Rasulullah SAW menjelaskan janganlah kalian mengawini para
wanita karena kecantikan mereka, karena barangkali kecantikan mereka itu
akan membinasakannya. Dan janganlah kalian mengawini wanita karena
harta-harta mereka, itu akan menyelewengkanya. Akan tetapi kawinilah
mereka atas dasar agama. Dan sesunguhnya budak wanita yang cacat
telinganya dan hitam warnanya, tetapi beragama itu lebih utama” (HR.
Ibnu Majah).
Dua Hadis Rosululloh ini mengindikasikan bahwa wanita yang mempunyai agama adalah wanita yang berbahagia, sebab Ia adalah wanita yang menadi pilihan “terbaik” dari seorang pria. Bahkan Rasulullah SAW. dalam hadist diatas “ sempat” menyatakan sesungguhnya budak wanita yang cacat telinganya dan hitam warna kulitnya jauh lebih utama ketibang wanita cantik yang tumbuh dilingkungan (miliu) yang rusak. Dinyatakan, “Pada suatu hari Musanif mendengarkan siaran radio yang membicarakan seorang laki-laki yang ditanya “Apakah kamu senang mempunyai seoarang istri yang cantik?” laki-laki itu menjawab, “tidak”. Kemudian dia ditanya kembali, “Adakah orang yang tidak menyukai kecantikan yang memikat?” laki-laki itu menjawab. “sesungguhnya kecantikan yang memikat menyebabkan ketenangan yang menyejukan hati dan sekaligus kesedihan yang tiada habisnya”. Jawaban laki-laki ini membuat Mushanif menjadi sangat kagum. Oleh karena itu kepribadian yang dicari adalah agamanya, tabiatnya, kebaikannya, keturunannya, pendidikan serta kepandaiannya. Meski demikian bukan berarti tidak memandang suatu kecantikan.
Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Nasai yang artinya “Wanita yang terbaik adalah bila kamu melihatnya ia meyenangkanmu, bila kamu perintah mematuhimu, bila kamu berjanji diterimanya dengan baik, dan bila kamu pergi (ia) bisa memelihara dirinya dan hartanya.” (HR. An-Nasai dan lainnya)
Dari hadist ini dapat diambil kesimpulan bahwa wanita yang sholehah adalah wanita yang senantiasa senang manakala ia dilihat oleh sang suami, patuh terhadap perintahnya selama perintah tersebut tidak untuk melakukan kemaksiatan kepada Allah serta mampu menjaga diri dan kehormatan keluarga. Wanita yang seperti inilah yang disebut kitab Kama Sutra sebagai wanita yang berbudi luhur.
Dua Hadis Rosululloh ini mengindikasikan bahwa wanita yang mempunyai agama adalah wanita yang berbahagia, sebab Ia adalah wanita yang menadi pilihan “terbaik” dari seorang pria. Bahkan Rasulullah SAW. dalam hadist diatas “ sempat” menyatakan sesungguhnya budak wanita yang cacat telinganya dan hitam warna kulitnya jauh lebih utama ketibang wanita cantik yang tumbuh dilingkungan (miliu) yang rusak. Dinyatakan, “Pada suatu hari Musanif mendengarkan siaran radio yang membicarakan seorang laki-laki yang ditanya “Apakah kamu senang mempunyai seoarang istri yang cantik?” laki-laki itu menjawab, “tidak”. Kemudian dia ditanya kembali, “Adakah orang yang tidak menyukai kecantikan yang memikat?” laki-laki itu menjawab. “sesungguhnya kecantikan yang memikat menyebabkan ketenangan yang menyejukan hati dan sekaligus kesedihan yang tiada habisnya”. Jawaban laki-laki ini membuat Mushanif menjadi sangat kagum. Oleh karena itu kepribadian yang dicari adalah agamanya, tabiatnya, kebaikannya, keturunannya, pendidikan serta kepandaiannya. Meski demikian bukan berarti tidak memandang suatu kecantikan.
Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Nasai yang artinya “Wanita yang terbaik adalah bila kamu melihatnya ia meyenangkanmu, bila kamu perintah mematuhimu, bila kamu berjanji diterimanya dengan baik, dan bila kamu pergi (ia) bisa memelihara dirinya dan hartanya.” (HR. An-Nasai dan lainnya)
Dari hadist ini dapat diambil kesimpulan bahwa wanita yang sholehah adalah wanita yang senantiasa senang manakala ia dilihat oleh sang suami, patuh terhadap perintahnya selama perintah tersebut tidak untuk melakukan kemaksiatan kepada Allah serta mampu menjaga diri dan kehormatan keluarga. Wanita yang seperti inilah yang disebut kitab Kama Sutra sebagai wanita yang berbudi luhur.
keluarga sakinah " mensyukuri nikmat "
"PORET KELUARGA SAKINAH, MAWADDAH, WARAHMAH"
~::**::~
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫ •*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥ ♥♥
السلام عليكم ورحمة الله و بركاته
Lihatlah betapa bahagianya sebuah keluarga..
Untuk apa menikah? Apa tujuan utama menikah?
1. Melengkapi separuh agama.
“Barang siapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah untuk melengkapi separuh yang lain (HR. Thabrani dan Hakim).
2. Menjaga kehormatan diri.
“Wahai para pemuda! Barang siapa diantara kalian berkemampuan untuk nikah, maka nikahlah, karena nikah itu lebih mudah menundukkan pandangan dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barang siapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa, karena puasa itu dapat membentengi dirinya. (HSR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi).
3. Hidup berkeluarga merupakan ladang meraih pahala
Senda guraunya suami-istri bukanlah perbuatan sia-sia. “Segala sesuatu yang di dalamnya tidak mengandung dzikrullah merupakan perbuatan sia-sia, senda gurau, dan permainan, kecuali empat (perkara), yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah, dan mengajarkan renang.” (Al Albani, Adab Menikah, hal 245).
4. Bersetubuh dengan istri termasuk sedekah (pahala syahwat).
Pernah ada beberapa shahabat Nabi SAW berkata kepada beliau, “Wahai Rasulullah, orang2 kaya telah memborong pahala. Mereka shalat sebagaimana kami shalat; mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa; bahkan mereka bisa bersedekah dengan kelebihan harta mereka.”
Beliau bersabda, “Bukankah Allah telah memberikan kepada kalian sesuatu yang bisa kalian sedekahkan? Pada tiap-tiap ucapan tasbih terdapat sedekah:pada tiap-tiap ucapan takbir terdapat sedekah; pada tiap-tiap ucapan tahlil terdapat sedekah; pada tiap-tiap ucapan tahmid terdapat sedekah, memerintahkan perbuatan baik adalah sedekah, mencegah perbuatan munkar adalah sedekah; dan kalian bersetubuh dengan istri pun sedekah.”
Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana bisa salah seorang dari kami melampiaskan syahwatnya akan mendapatkan pahala?” Beliau menjawab, “Bagaimana menurut kalian bila nafsu syahwat itu di salurkan pada tempat yang haram, apakah dia akan mendapatkan dosa dengan sebab perbuatannya itu?” Mereka menjawab, “Ya, tentu.”
Beliau bersabda, “Demikian pula bila dia salurkan syahwatnya itu pada tempat yang halal, dia pun akan mendapatkan pahala" (HR.Bukhari, dishahihkan oleh Al-Albani dalam syahih Al Jami').
5. Adanya saling nasehat-menasehati antara suami istri (hmmmm..menambah rasa cinta dan kemesraan).
6. Bisa mendakwahi orang yang dicintai ( bisa ditambahi dengan kalimat seperti 'sayang, my honey, suamiku, dll).
Contoh: Sayang, sholat tahajud itu besar pahalanya, tahajud dulu yuk...?
Coba kalau blum nikah, pakai kata sayang2an gitu..? di akherat hisabnya tidak akan terlewat..hihi atut..
7. Pahala memberi contoh yang baik.
Suami memberi contoh yg baik utk keluarga, istri memberi contoh utk anak2nya, dan contoh2 yg baik itu ditiru oleh suami/istri/anaknya. bgmn menurutmu..? :)
"Siapa saja yang pertama memberi contoh perilaku yang baik dalam Islam, maka ia mendapatkan pahala kebaikannya dan mendapatkan pahala orang-orang yang meniru perbuatannya itu tanpa dikurangi sedikit pun. Dan barang siapa yang pertama memberi contoh perilaku jelek dalam Islam, maka ia mendapatkan dosa kejahatan itu dan mendapatkan dosa orang yang meniru perbuatannya tanpa dikurangi sedikit pun.” (HR. Muslim,)
8. Seorang suami memberikan nafkah, makan, minum, dan pakaian kepada istrinya dan keluarganya akan terhitung sedekah yang paling utama.
Rasulullah SAW bersabda: “Satu dinar yang kamu nafkahkan di jalan Allah, satu dinar yang kamu nafkahkan untuk memerdekakan budak, satu dinar yang kamu berikan kepada orang miskin dan satu dinar yang kamu nafkahkan kepada keluargamu, maka yang paling besar pahalanya yaitu satu dinar yang kamu nafkahkan kepada keluargamu.” (HR Muslim).
9. Baktinya seorang istri kepada suami adalah jihad yg paling utama. dan ketaatan seorg istri kpd suami adalah salah satu jalan menuju surga.
Rasul bersabda,"Wanita mana saja yg mendirikan sholat, berpuasa (dibulan ramadhan), taat pada suaminya, dan menjaga kehormatan, maka masuklah ia ke surga dari pintu mana saja yg dia suka" (HR.Muslim).
10. Seorang pria, apabila menikahi janda yang mempunyai anak, berarti ikut memelihara anak yatim.
Dan nabi bersabda,'orang yg memelihara anak yatim hingga ia dewasa dan tidak mengambil apa yg menjadi haknya, maka ia menjadi tetanggaku disurga seperti dekatnya dua jari" (lalu rasulullah mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya). {(Muttafaq alaih}).
Nahhhh..bagaimana dgn penjelasan ini???????
** Lalu Bagaimaan dgn hukum nikah?
Aisyah meriwayatkan, bahwa nabi bersabda: “Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak menikah,maka ia bukan golonganku” (HR. Ibnu Majah).
"seburuk-buruk kalian adalah yg tidak menikah, dan sehina-hinanya mayat adlah mayat pemuda yg mati dalam keadaan bujang" (HR.Tirmidzi).
"Menikahlah kalian, dan perbanyaklah keturunan. karena dihari kiamat aku akan membanggakan kalian sebagai umat yg terbanyak" (al-hadist).
Dari hadist2 diatas maka bisa dikatakan bahwa menikah hukumnya sunnah, ada sebagian ulama yg mengatkan hukumnya sunnah muakkad.
Sebagian jumhur ulama bahkan mengatakan hukumnya 'mendekati wajib' yaitu bagi yg sudah akil baligh, dan sudah mampu.
Dan menikah juga ada yg hukumnya haram, yaitu nikah Mut'ah yg dilakukan oleh kalangan Syiah.
*** Janji Allah berupa pertolongan-Nya bagi mereka yang menikah:
1. Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (An Nur: 32).
2. Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya. (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160).
Semoga kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah ..
Wabillahi Taufik Wal Hidayah, ...
Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...
... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...
Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....
#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
-------------------------- ----------------------
.... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik ....
Barakallahufikum..semoga bermanfaat
Wassalam
------------
—
~::**::~
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫
السلام عليكم ورحمة الله و بركاته
Lihatlah betapa bahagianya sebuah keluarga..
Untuk apa menikah? Apa tujuan utama menikah?
1. Melengkapi separuh agama.
“Barang siapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah untuk melengkapi separuh yang lain (HR. Thabrani dan Hakim).
2. Menjaga kehormatan diri.
“Wahai para pemuda! Barang siapa diantara kalian berkemampuan untuk nikah, maka nikahlah, karena nikah itu lebih mudah menundukkan pandangan dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barang siapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa, karena puasa itu dapat membentengi dirinya. (HSR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi).
3. Hidup berkeluarga merupakan ladang meraih pahala
Senda guraunya suami-istri bukanlah perbuatan sia-sia. “Segala sesuatu yang di dalamnya tidak mengandung dzikrullah merupakan perbuatan sia-sia, senda gurau, dan permainan, kecuali empat (perkara), yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah, dan mengajarkan renang.” (Al Albani, Adab Menikah, hal 245).
4. Bersetubuh dengan istri termasuk sedekah (pahala syahwat).
Pernah ada beberapa shahabat Nabi SAW berkata kepada beliau, “Wahai Rasulullah, orang2 kaya telah memborong pahala. Mereka shalat sebagaimana kami shalat; mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa; bahkan mereka bisa bersedekah dengan kelebihan harta mereka.”
Beliau bersabda, “Bukankah Allah telah memberikan kepada kalian sesuatu yang bisa kalian sedekahkan? Pada tiap-tiap ucapan tasbih terdapat sedekah:pada tiap-tiap ucapan takbir terdapat sedekah; pada tiap-tiap ucapan tahlil terdapat sedekah; pada tiap-tiap ucapan tahmid terdapat sedekah, memerintahkan perbuatan baik adalah sedekah, mencegah perbuatan munkar adalah sedekah; dan kalian bersetubuh dengan istri pun sedekah.”
Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana bisa salah seorang dari kami melampiaskan syahwatnya akan mendapatkan pahala?” Beliau menjawab, “Bagaimana menurut kalian bila nafsu syahwat itu di salurkan pada tempat yang haram, apakah dia akan mendapatkan dosa dengan sebab perbuatannya itu?” Mereka menjawab, “Ya, tentu.”
Beliau bersabda, “Demikian pula bila dia salurkan syahwatnya itu pada tempat yang halal, dia pun akan mendapatkan pahala" (HR.Bukhari, dishahihkan oleh Al-Albani dalam syahih Al Jami').
5. Adanya saling nasehat-menasehati antara suami istri (hmmmm..menambah rasa cinta dan kemesraan).
6. Bisa mendakwahi orang yang dicintai ( bisa ditambahi dengan kalimat seperti 'sayang, my honey, suamiku, dll).
Contoh: Sayang, sholat tahajud itu besar pahalanya, tahajud dulu yuk...?
Coba kalau blum nikah, pakai kata sayang2an gitu..? di akherat hisabnya tidak akan terlewat..hihi atut..
7. Pahala memberi contoh yang baik.
Suami memberi contoh yg baik utk keluarga, istri memberi contoh utk anak2nya, dan contoh2 yg baik itu ditiru oleh suami/istri/anaknya. bgmn menurutmu..? :)
"Siapa saja yang pertama memberi contoh perilaku yang baik dalam Islam, maka ia mendapatkan pahala kebaikannya dan mendapatkan pahala orang-orang yang meniru perbuatannya itu tanpa dikurangi sedikit pun. Dan barang siapa yang pertama memberi contoh perilaku jelek dalam Islam, maka ia mendapatkan dosa kejahatan itu dan mendapatkan dosa orang yang meniru perbuatannya tanpa dikurangi sedikit pun.” (HR. Muslim,)
8. Seorang suami memberikan nafkah, makan, minum, dan pakaian kepada istrinya dan keluarganya akan terhitung sedekah yang paling utama.
Rasulullah SAW bersabda: “Satu dinar yang kamu nafkahkan di jalan Allah, satu dinar yang kamu nafkahkan untuk memerdekakan budak, satu dinar yang kamu berikan kepada orang miskin dan satu dinar yang kamu nafkahkan kepada keluargamu, maka yang paling besar pahalanya yaitu satu dinar yang kamu nafkahkan kepada keluargamu.” (HR Muslim).
9. Baktinya seorang istri kepada suami adalah jihad yg paling utama. dan ketaatan seorg istri kpd suami adalah salah satu jalan menuju surga.
Rasul bersabda,"Wanita mana saja yg mendirikan sholat, berpuasa (dibulan ramadhan), taat pada suaminya, dan menjaga kehormatan, maka masuklah ia ke surga dari pintu mana saja yg dia suka" (HR.Muslim).
10. Seorang pria, apabila menikahi janda yang mempunyai anak, berarti ikut memelihara anak yatim.
Dan nabi bersabda,'orang yg memelihara anak yatim hingga ia dewasa dan tidak mengambil apa yg menjadi haknya, maka ia menjadi tetanggaku disurga seperti dekatnya dua jari" (lalu rasulullah mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya). {(Muttafaq alaih}).
Nahhhh..bagaimana dgn penjelasan ini???????
** Lalu Bagaimaan dgn hukum nikah?
Aisyah meriwayatkan, bahwa nabi bersabda: “Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak menikah,maka ia bukan golonganku” (HR. Ibnu Majah).
"seburuk-buruk kalian adalah yg tidak menikah, dan sehina-hinanya mayat adlah mayat pemuda yg mati dalam keadaan bujang" (HR.Tirmidzi).
"Menikahlah kalian, dan perbanyaklah keturunan. karena dihari kiamat aku akan membanggakan kalian sebagai umat yg terbanyak" (al-hadist).
Dari hadist2 diatas maka bisa dikatakan bahwa menikah hukumnya sunnah, ada sebagian ulama yg mengatkan hukumnya sunnah muakkad.
Sebagian jumhur ulama bahkan mengatakan hukumnya 'mendekati wajib' yaitu bagi yg sudah akil baligh, dan sudah mampu.
Dan menikah juga ada yg hukumnya haram, yaitu nikah Mut'ah yg dilakukan oleh kalangan Syiah.
*** Janji Allah berupa pertolongan-Nya bagi mereka yang menikah:
1. Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (An Nur: 32).
2. Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya. (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160).
Semoga kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah ..
Wabillahi Taufik Wal Hidayah, ...
Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...
... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...
Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....
#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
--------------------------
.... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik ....
Barakallahufikum..semoga bermanfaat
Wassalam
------------
Langganan:
Postingan (Atom)












